Thursday, 25 July 2013

Kultum : Nuzulul Qur'an dan orang yang di akhirat tanpa di Hisab

Pertama – tama dan yang paling utama mari kita ucapakan Puji syukur kehadirat allah SWT yang telah memberikan rahamt hidayah dan inayah kepada kita semua, dan atas izinnya kita masih diberi kesempatan untuk menjalankan puasa pada hari ini dan ibadah sholat isya’ yang telah kita lakukan berjamaah.
Taklupa shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada jungjunan kita Nabi agung Nabi Muhammad SAW., kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi'in, tabiut tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman yang menjadikan sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik. Yang telah membawa dan menyelamatkan kita dari zaman jahiliyah menju zaman yang lebih baik dan lebih zaman yang lebih terdidik dan bermoral. semoga kita termasuk kedalam umatnya yang mendapatkan. syafaatnya diakhir zaman nantinya. Amin amin ya robal alamin.

Di diawal kesempatan kali ini mari kita sama-sama untuk menata niat, menguatkan niat dan melandasi langkah kita dengan niat ikhlas karena Allah Swt. Pada kesempatan inipun mari kita sama-sama hadirkan hati dan pikiran untuk mencari ilmu, serta sekembalinya dari ibadah ini senantiasa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk dibawa pulang ke tempat masing-masing dan bisa menguatkan keimanan dan membuahkan amal shaleh.
 “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian dari rizki yang Kami anugrahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi” (QS. Faathir:29 )
Merayakan Nuzulul Quran yang terbaik dimata Allah SWT dengan selalu berprinsip berada dijalannya, Laksanakanlah perintahnya dan jauhilah segala larangannya. Intinya disini adalah, untuk memperingati malam Nuzulul Quran kita diharuskan untuk memperbanyak membaca kitab Allah SWT (Al-Quran) dan mendirikan Shalat. Insya Allah, Segala dosa yang telah kita perbuat dimaafkan oleh Allah SWT dan Allah SWT senantiasa mengarahkan kita kejalan yang diridhoi-Nya.

Orang yang di akhirat kelak tidak di hisab ( di hitung amal kebaikannya )
Suatu ketika rosulullah berkumpul, dan pada saat itu pula rosulullah berkata “ Saya akan menunjukkan salah satu umatku yang diakhirat kelak tidak akan dihisab “. Lalu para sahabat yang mendengar perkata’n rosulullah tersebut kaget dan penasaran, siapakah orang tersebut. Setelah mereka menunggu cukup lama datang orang tersebut. Orang yang biasa-biasa saja dimata sahabat rosulullah tersebut. Karena penasaran maka sahabat rosulullah memutuskan untuk tinggal bersama orang tersebut beberapa hari. Pada malam pertama setelah mereka berdua pulang dari masjid untuk sholat isya’,mereka tidur. Dan salah satu temannya yang penasaran tadi dia bangun untuk shlat tahujud,setelah sholat tahujud dia membaca al-qur’an sambil menunggu apakah temannya akan,setelah di tunggu-tunggu tidak bangun sampai adzan subuh mereka berdua bangun dan pergi ke mesjid untuk shlat subuh berjamaah. Pada malam kedua dia melakukan hal yang sama,bangun sholat tahajud dan membaca al-qur’an namun temannya tidak bangun juga. Pada malam yang ketiga masih seperti itu juga dan akhirnya pada pagi hari ketiga dia bertanya kepada orang tersebut “ wahai sabahatku kenapa rosulullah menyebutkan bahwa kamu di akhirat kelak tidak akan dihisab,padahal kamu biasa-biasa saja dalam beribadahnya tidak banyak melakukan amalan-amalan atau ibadah ?” lalu orang tersebut menjawab “ saya memang orang biasa,tapi dengan biasanya saya, saya biasakan untuk bersyukur apabila orang lain mendapatkan kebahagian atau rezki”. Lalu sahabat rosulullah tersebut tersedar,jarang sekali orang yang seprti ini. Orang yang pandai bersyukur apabila dirinya sendiri mendapat rezki aja jarang, apalagi yang seperti ini. Setelah mendapat jawaban tersebut, lalu dia menemui rosulullah dan berkata “ ya rosulullah orang tersebut memang luar biasa “.
Artinya : sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikamt tersebut, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim; 7 )
Orang yang selalu bersyukur maka hatinya akan sering merasakan kebahagiaan. Oleh karena itu, secara psikologis orang yang bersyukur akan senantiasa terdorong berpikir dan bersikap secara positif, bila sudah demikian maka Insya Allah ia akan sehat jiwa dan raga. Sebaliknya orang yang tidak bersyukur, maka hidupnya akan terasa kurang dan kurang, hari-harinya akan dijalani dengan banyak mengeluh. Dapat rezeki sekian merasa kurang, ditambah lagi sekian juga tetap merasa kurang. Jiwanya sering gelisah, yang berakibat pada kesehatan jiwa dan raga. Pertama – tama dan yang paling utama mari kita ucapakan Puji syukur kehadirat allah SWT yang telah memberikan rahamt hidayah dan inayah kepada kita semua, dan atas izinnya kita masih diberi kesempatan untuk menjalankan puasa pada hari ini dan ibadah sholat isya’ yang telah kita lakukan berjamaah.
Taklupa shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada jungjunan kita Nabi agung Nabi Muhammad SAW., kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi'in, tabiut tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman yang menjadikan sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik. Yang telah membawa dan menyelamatkan kita dari zaman jahiliyah menju zaman yang lebih baik dan lebih zaman yang lebih terdidik dan bermoral. semoga kita termasuk kedalam umatnya yang mendapatkan. syafaatnya diakhir zaman nantinya. Amin amin ya robal alamin.

Di diawal kesempatan kali ini mari kita sama-sama untuk menata niat, menguatkan niat dan melandasi langkah kita dengan niat ikhlas karena Allah Swt. Pada kesempatan inipun mari kita sama-sama hadirkan hati dan pikiran untuk mencari ilmu, serta sekembalinya dari ibadah ini senantiasa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk dibawa pulang ke tempat masing-masing dan bisa menguatkan keimanan dan membuahkan amal shaleh.
 “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian dari rizki yang Kami anugrahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi” (QS. Faathir:29 )
Merayakan Nuzulul Quran yang terbaik dimata Allah SWT dengan selalu berprinsip berada dijalannya, Laksanakanlah perintahnya dan jauhilah segala larangannya. Intinya disini adalah, untuk memperingati malam Nuzulul Quran kita diharuskan untuk memperbanyak membaca kitab Allah SWT (Al-Quran) dan mendirikan Shalat. Insya Allah, Segala dosa yang telah kita perbuat dimaafkan oleh Allah SWT dan Allah SWT senantiasa mengarahkan kita kejalan yang diridhoi-Nya.

Orang yang di akhirat kelak tidak di hisab ( di hitung amal kebaikannya )
Suatu ketika rosulullah berkumpul, dan pada saat itu pula rosulullah berkata “ Saya akan menunjukkan salah satu umatku yang diakhirat kelak tidak akan dihisab “. Lalu para sahabat yang mendengar perkata’n rosulullah tersebut kaget dan penasaran, siapakah orang tersebut. Setelah mereka menunggu cukup lama datang orang tersebut. Orang yang biasa-biasa saja dimata sahabat rosulullah tersebut. Karena penasaran maka sahabat rosulullah memutuskan untuk tinggal bersama orang tersebut beberapa hari. Pada malam pertama setelah mereka berdua pulang dari masjid untuk sholat isya’,mereka tidur. Dan salah satu temannya yang penasaran tadi dia bangun untuk shlat tahujud,setelah sholat tahujud dia membaca al-qur’an sambil menunggu apakah temannya akan,setelah di tunggu-tunggu tidak bangun sampai adzan subuh mereka berdua bangun dan pergi ke mesjid untuk shlat subuh berjamaah. Pada malam kedua dia melakukan hal yang sama,bangun sholat tahajud dan membaca al-qur’an namun temannya tidak bangun juga. Pada malam yang ketiga masih seperti itu juga dan akhirnya pada pagi hari ketiga dia bertanya kepada orang tersebut “ wahai sabahatku kenapa rosulullah menyebutkan bahwa kamu di akhirat kelak tidak akan dihisab,padahal kamu biasa-biasa saja dalam beribadahnya tidak banyak melakukan amalan-amalan atau ibadah ?” lalu orang tersebut menjawab “ saya memang orang biasa,tapi dengan biasanya saya, saya biasakan untuk bersyukur apabila orang lain mendapatkan kebahagian atau rezki”. Lalu sahabat rosulullah tersebut tersedar,jarang sekali orang yang seprti ini. Orang yang pandai bersyukur apabila dirinya sendiri mendapat rezki aja jarang, apalagi yang seperti ini. Setelah mendapat jawaban tersebut, lalu dia menemui rosulullah dan berkata “ ya rosulullah orang tersebut memang luar biasa “.
Artinya : sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikamt tersebut, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim; 7 )
Orang yang selalu bersyukur maka hatinya akan sering merasakan kebahagiaan. Oleh karena itu, secara psikologis orang yang bersyukur akan senantiasa terdorong berpikir dan bersikap secara positif, bila sudah demikian maka Insya Allah ia akan sehat jiwa dan raga. Sebaliknya orang yang tidak bersyukur, maka hidupnya akan terasa kurang dan kurang, hari-harinya akan dijalani dengan banyak mengeluh. Dapat rezeki sekian merasa kurang, ditambah lagi sekian juga tetap merasa kurang. Jiwanya sering gelisah, yang berakibat pada kesehatan jiwa dan raga. 

Reactions:

0 comments:

Post a Comment